‘Melahirkan Kartini hari ini ‘

Sore itu ruang redaksi Solopos dipenuhi dengan perempuan perempuan cantik dari berbagai elemen masyarakat. Sebelum masuk ke lantai 2 para undangan berfoto di depan stage . rupanya sejumlah perempuan sedang melakukan diskusi dengan tema : melahirkan Kartini hari ini .

Ide topik tersebut datang untuk menyambut bulan kelahiran tokoh perempuan Raden Ajeng Kartini.Setahun yang lalu kami komunitas public relations solo raya memberikan apresiasi kepada pesinden Muda Sruti Respati bertempat di sebuah wisma jompo. Tahun ini tepatnya hari Kamis 26 April 12, sebuah diskusi tentang perempuan kami gelar di Griya Solopos dan disiarkan secara langsung melalui 103 solopos fm . Tiga pembicara kami hadirkan untuk mengupas perbincangan hangat dari dan untuk perempuan tersebut. Vera kartika Giantari seorang tokoh aktivis perempuan, Rini Yustiningsih (jurnalis perempuan) dan Elizabeth Yuniar ( Duta Bahasa 2012) membedah ‘ pemikiran serta spirit Kartini untuk mengatasi persoalan perempuan hari ini . diskusi diawali dengan lantunan suara merdu salah satu narasumber yaitu Elis yang menyanyikan lagu Putri Solo . Suasana tambah syahdu waktu dilakukan pemutaran slide tentang Kartini dan kiprah perempuan perempuan yang mengubah dunia. Kemudian diskusipun dibesut oleh 3 host sekaligus yaitu Nicky, Anas dan Retno . Seperti biasa Suasana diskusi ProSolo selalu berlangsung santai namun inspiratif..

Mbak Vera pada sesion awal menyampaikan, bahwa Kartini pada masa itu telah melakukan perlawanan dengan cara cara yang sangat modern. Menulis berkorespondensi serta melakukan perjuangan melalui pendidikan. Saat ini banyak perempuan yang masih mengalami kekerasan baik fisik maupun non fisik berupa kekerasan psikologis, ekonomi dan seksual . Kekerasan non pisik seringkali menimbulkan trauma dan membuat korban tidak bermartabat.

Tak jauh berbeda, narasumber lainnya yaitu Rini yang menyoroti tentang kondisi perempuan bekerja yang masih terbelenggu pandangan masyarakat. Perempuan Indonesia memiliki beban ganda apalagi untuk profesi profesi yang tergolong maskulin seperti jurnalis. Pandangan minir dr lingkungan serta keluarga seringkali menjadi beban bagi perempuan.

Yang menarik adalah pendapat dari Elizabeth Yuniar atau akrab disapa dengan Elis, duta bahasa nasional dan mantan Putri Solo II 2010 ini menyampaikan bahwa Kartini adalah seorang public relations handal pada jamannya, kenapa? Karena Kartini mampu berelasi dengan sahabat sahabatnya dari berbagai belahan dunia dan menjadi duta dari perempuan Indonesia dalam menyuarakan gagasannya. Kartini mampu membangun merk dirinya sebagai seorang pemikir dan inteletual yang pemikirannya melampuai jamannya . Gagasannya masih relevan sampai hari ini dan menjadi sumber inspirasi dari gerakan perempuan di negeri ini . Menurut elis perempuan Indonesia saat ini harus bersikap independent, berani menerima tantangan berprestasi sekaligus berkarakter. Sebuah diskusi yang menarik apalagi dengan gift yang diberikan oleh wardah kosmetik pada akhir acara….

20120503-164750.jpg

20120503-165054.jpg

Berbagi ilmu tentang Personal Branding

20120401-224930.jpg

An Afternoon Sharing Moment kembali digeber. Ajang berbagi pengetahuan dari praktisi public relations se Solo raya ini tampil beda dlm kemasannya.Acara berlangsung Lebih segar dengan suguhan entertainment dari V Custic dan Ahmad Dani School of Rock . Tepatnya Selasa 20 Maret 2012 lalu Hotel Best Western Premier Solo mengunduh event regular ini. Sajian talktainment atau talkshow_ entertainment seolah menjadi jawaban dari keinginan utk belajar tanpa harus digurui.

Banyak pihak berangggapan bahwa personal branding hanya perlu dipelajari oleh Politisi seperti Obama atau artis kenamaan Agnes Monica. Padahal semua orang perlu belajar mengenai personal branding. Upaya membangun citra diri tidak hanya menjadi kebutuhan para politisi, businessmen atau artis besar, maka dari itu ProSolo mencoba mengupas tema membangun citra diri melalui Personal Branding. Tampil sebagai pembicara Sruti Respati ( Pesinden) , Herman Curbois ( GM Best Western) dan Rory Wardhana ( fashion designer) . Humor humor segar yang dilontarkan oleh Host Annas Prambors dan Nicky Olivia membuat para tamu tak beranjak hingga usai. Belajar, bercanda sekaligus bersilaturahmi menjadikan suasana sore yang meriah.

Sruti bercita cita menjadi penyanyi sejak usia 4 tahun, berawal dari kamar mandi pesinden penuh prestasi ini merajut mimpinya untuk menjadi penyanyi handal. Konsisten di jalur pilihannya untuk nguri uri budaya Jawa,Sruti memiliki positioning yang berbeda dng anak muda pada jamannya. Sruti juga pernah menjadi presenter bahasa Jawa dan saat ini tercatat sebagai guru bahasa Jawa di salah sebuah SMA Negeri di Solo.Sanggul dan kebaya menjadi ciri khas nya apabila pentas di berbagai ajang musik di dalam maupun luar negeri. Sruti memang berbeda, konsisten membangun branding dirinya dan fokus terhadap karier yang dipililihnya. Tanpa disadari teryata Sruti telah mengaplikasikan ilmu tentang personal branding secara natural .

Personal branding adalah proses yang akan membawa skill, kepribadian, dan karakteristik unik seseorang dan kemudian membungkusnya menjadi sebuah identitas yang memiliki kekuatan dibandingkan dengan kompetitor begitu kata Peter Montoya penulis buku The Brand Called You.
Lain Sruti lain pak Herman, warga negara Belanda yang menjabat sebagai GM Best Western Premier. Beliau menceritakan bagaimana sebuah personal branding karyawan yang baik akan signifikan dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan branding perusahaan. nara sumber selanjutnya adalah Rory Wardhana, fashion designer yang kariernya moncer ini memberikan tips tentang cara berbusana yg merepresentasikan karakter seseorang. Semua manusia memiliki personal image seperti cita rasa humor, makanan favorit tata rambut tata berpakaian dan sebagainya. Secara kolektif sifat sifat ini akan merefleksikan gambaran mental diri kita. So, personal branding dipandang memiliki daya magis sebagai salah satu piranti penentu kesuksesan sebuah bisnis.

Jadi tunggu apalagi, segera temukan siapa diri kita, apa yang menjadi keunggulan dan bagaimana kita akan membangun personal branding diri kita masing masing. Karena brand bisa diciptakan dan digali . Mari …

20120401-230830.jpg

20120401-231150.jpg

Debut baru Passion Four

Seminggu lalu tepatnya hari Senin di awal Januari, kami berempat tampil siaran bareng . Kalo biasanya saya siaran sendirian, tapi malam itu suasana menjadi berbeda. Bukan karena hebohnya ruang siaran,tapi kehadiran personil baru passion four menjadi biang keroknya. Sebelum saya ngobrol tentang topik siaran, saya bakal jelasin apa dan siapa passion four . Passion four merupakan salah satu acara di solopos fm, salah satu stasiun radio berita di Solo yang memiliki khalayak pendengar yang sudah matang.

Yang seru dari acara ini adalah hostnya yang terdiri dari kami para profesional yang berkecimpung di dunia komunikasi sebut saja marketing communication atau public relations perusahaan. Passion four dilaunching pada bulan oktober 2011, formasi awal terdiri dari saya Retno Wulandari yang disitu merepresentasikan karakter (inspiring), dyah listyarini ( hot), Nicky Olivia ( energic ) dan Ningga Mone (smart) . Setiap Senin malam kami bergantian siaran dalam tajuk ” An Evening with… ” kami bisa mengambil tema bebas sejauh itu tentang lifestyle atau komunitas. Rasanya ini menjadi pengalaman yang luar biasa buat kami berempat untuk semakin mengasah kemampuan bercuap cuap . Yang seru dan menarik, karena pihak radio memberikan keleluasan kepada kami selama satu jam itu untuk menentukan tema, memilih nara sumber serta memilih lagu yang kami sukai. Itung itung belajar jadi produser.

Kekompakan kami berempat tak hanya ada di ruang siaran, tapi berlanjut juga di darat. Terbukti sewaktu ningga mone atau biasa kami panggil iga, mengundurkan diri karena harus pindah kerja ke luar kota, rasa haru menyeruak di dada. Igga bahkan tak sanggup mengucapkan kata pamit ,dan saya juga harus bicara terbata bata saat melepasnya. Baru tiga bulan berjalan namun kedekatan ini sungguh luar biasanya. Senin lalu kami tampil siaran baru dengan tema resolusi 2012 , sekaligus memperkenalkan Ira Oktarini sebagi personal baru passion four dengan karakter fearless. Suasana siaran bertambah segar,lantaran kami mengibaratkan perjalanan hidup seperti makanan.

Buat Ira tahun 2011 bagaikan buffet semua masalah tumpah ruah dan bebas buat diambil solusinya. Pastinya hikmah dan kedewasaan menjadikan dia kuat . Sementara buat saya 2011 bagaikan donut bulat dan manis. Yah 2011 semakin membulatkan cita cita saya yang kian lama kian menguat dan meninggalkan banyak kenangan manis. yang lebih menarik saat dyah menyampaikan resolusinya untuk menikah di 2012 serta Nicky memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah lagi.semoga semua cita tergapai kawan…

Selamat jalan Igga sukses untuk girl band barumu di Surabaya… Welcome Ira Oktarini di rumah Passion Four 103 Soloposfm

20120204-213412.jpg

Social Local Mobile Mantra Baru Komunikasi

Komunitas Public Relations Solo Raya (ProSolo) kembali membesut acara An Afternoon Sharing Moment. kegiatan diskusi rutin kali ini digelar di ballroom The Sunan Hotel Solo Rabu 14 Desember 2011 silam. Diskusi akhir tahun yang merupakan sharing praktisi PR ini sengaja mengangkat isu tentang kekuatan lokal dalam era sosial media.

Social local mobile, mantra baru komunikasi sebuah jampi-jampi komunikasi era kini diantarkan oleh pembicara Safiq Pontoh dari salingsilang.com. Seratusan audiens hadir sore itu berasal dari berbagai  kalangan seperti, public relations, marketing, biro iklan, media, akademisi , blogger, dan mahasiswa.

Mas Safiq menyampaikan  bahwa dalam era sosial media, peluang untuk tampil setara bagi kekuatan lokal terbuka lebar. Keunggulan keragaman di Indonesia, merupakan kekuatan bagi Indonesia. Dalam sosmed, “everbody could be a star”. Dalam konteks ini kiranya daerah atau seseorang agar  bisa membaca peluang untuk memanfaatkan lokalitasnya dalam mengangkat keunggulan daerah.

Berbaga tips juga ditebar dalam sesi diskusi yang sangat interaktif dipandu oleh moderator Adia Prambors dan Anas sebagai host acara. Sosial media saat ini tak hanya bisa digunakan untuk membangun merk tapi juga untuk mempengaruhi gerakan sosial atau social movement.  Bagi praktisi komunikasi, sosmed adalah ruang untuk menampilkan  produk dan membangun keterikatan antara merk dan targetnya.

Salah satu keunggulan sosmed adalah me-reduce biaya promosi. Tapi jangan lupa para pengguna sosmed terutama praktisi komunikasi juga harus tahu karakteristik masing masing sosmed, karena layaknya media konvensional sosmed juga memiliki keunggulan berbeda beda sesuai dengan karakteristik yang dimilikinya. Selamat memanfaatkan jampi-jampi baru ..

Sekali lagi, Jokowi!

Jokowi,  Walikota Solo ini memang sosok yang fenomenal. Betapa tidak, di bawah kepemimpinannya, Kota Solo mengalami kemajuan yang signifikan. Tak hanya sukses mengelola pemasaran kota, walikota yang rendah hati ini pun piawai merancang program yang berwawasan lingkungan dan budaya.

Konsep hutan kota , pendestrian dan  moda transportasi  bus double decker sampai  kereta kencana adalah beberapa contohnya.   Bulan lalu  tepatnya, 30 Maret  2011 ProSolo, komunitas Public Relations Solo Raya mengundang  beliau di Paragon Hotel & Residences untuk berbagi cerita.

Mendengarkan paparan Jokowi seperti menyimak suatu dongeng  yang menjadi kenyataan.  Jokowi sore itu  bercerita tentang Solo dengan taglinennya,  “Solo Masa Kini adalah Solo Masa Lalu“. Konsep itu menyulap kawasan kumuh di barat Terminal Tirtonadi menjadi Taman Balekambang nan asri, kemudian ada Pasar Ngarsopura,  Sriwedari    dan modernitas moda transportasi yang hendak dirancang  terintegrasi dengan kota tetangga, Jogjakarta.  Pendek kata, Solo kini menjadi kota modern namun berkarakter dan berbudaya .

Kesuksesan ini itu sesungguhnya juga melahirkan kecemasan. Wong Solo mulai bertanya-tanya, apakah semua program yang sudah dirintis dan hasilnya juga sudah mulai terlihat itu bisa dilanjutkan oleh penerusnya? Mimpi-mimpin Jokowi itu adalah mimpinya warga kota. Mimpin yang menghendaki Solo sebagai kota modern dan berbudaya. Kota yang maju tanpa kehilangan karakter.

Saya masih melihat, Warga Kota Solo mengharapkan kempimpinan Jokowi tak pernah berakhir.

Kado untuk Sruti

“Dari mana aku mendapat pelipur penguat hati? Ialah dengan sedikit-dikitnya memikirkan diriku sendiri, dan sebanyak-banyaknya dan terutama sekali kepada orang lain “. (RA Kartini) Read the rest of this entry »

Nidjiholic

Nidjiholic adalah sebutan bagi penggemar grup band Nidji. Saya merasa perlu memberikan acungan jempol buat mereka. Saat Nidji menggelar konser di The Sunan Hotel, 14 Februari, banyak Nidjiholics dari luar Solo, seperti dari Karawang, Bandung, Sidoarjo, Semarang dan Jogja. Mereka jauh-jauh datang ke Solo “hanya” untuk bertemu dengan sang idola.

Saya terkesan dengan mereka. Fans club yang cukup solid dan menginspirasi saya untuk mengaplikasikannya dalam pekerjaan keseharian, terutama berkaitan dengan mengelola hubungan pelanggan . Ibarat sebuah “ brand “ Nidji adalah sebuah merk  yang dicintai oleh pasarnya.  Didukung dengan sepenuh jiwa dan memiliki  agen-agen yang siap mengabarkan keunggulannya serta membelanya pada saat  ‘ jatuh”

Membangun brand agar dicintai membutuhkan ketulusan dalam melayani. Begitu pula yang saya lihat dari  Nidji. Saat jumpa pers sore hari di Narendra  Resto sebelum konser, saya saksikan sendiri bagaimana mereka memperlakukan fansnya dengan begitu tulus. Permintaan untuk meresmikan Nidjiholic Solo dipenuhi dengan semangat meski jadwalnya super sibuk.

Nidji memang layak sukses. Selain tentu saja karena kemampuan musikalitasnya, grup ini saya rasa cukup  piawai  untuk memanjakan  fansnya. Nidji juga memiliki kecerdasan mengelola isu-isu di media . Pertanyaan kritis yang disodorkan oleh media pun dijawab dengan  lugas. Sebagai artis, Nidji tak canggung dengan isu-isu di luar profesinya. Jurnalis yang memancing dengan pertanyaan seputar isu kekerasan berdalih agama, dijawab diplomatis.

Kata Giring Nidji, dirinya adalah seorang muslim yang taat dan fanatik. Karena saking fanatiknya, dia menolak kekerasan  dengan dalih agama.  Hidup damai dan penuh cinta menjadi pilihannya. Jawaban yang cerdas bukan?

Tak hanya itu, sebagai public figure, Giring Nidji juga tak segan untuk menjadi “fans” atau menjadi idola public figure yang lain. Bahkan tanpa ditanya sekalipun, Giring tanpa sungkan menyampaikan kekagumannya kepada Walikota Solo Jokowi. Dengan polos, Giring  mengatakan suatu saat ingin bertemu muka langsung dengan pemimpin yang dinilainya memiliki integritas tinggi itu.

Di atas panggung, Nidji membuktikan totalitasnya dalam menyuguhkan sebuah pertunjukkan. Nidji sepertinya tidak ingin berjarak. Dia selalu mendekati kerumunan penonton, melebur dan menyatu sekaligus menghibur. Tak lupa pesan perdamaian dan cinta terus menerus  mereka suarakan.

Malam kian larut dan  Lagu Bengawan Solo yang dinyanyikan secara khusus oleh Giring  pun menjadikan cinta kami kepada Nidji mengalir sampai jauh ..

Happy Valentine Day !

Gathering ProSolo !

Apa upaya yang kita lakukan untuk merekatkan kebersamaan ?  Menurut saya silaturahmi adalah pilihan yang menyenangkan. Silaturahmi membuat panjang umur. Karena itu lah, mengawali tahun 2011, event pertama ProSolo di tahun Kelinci Emas, tema gathering yang dipilih adalah “membangun spirit kebersamaan “.

Kebersamaan yang tidak hanya buat anggota ProSolo tetapi juga semua pihak yang telah memberikan dukungan perhatian  terhadap keberadaan komunitas PR di Solo ini. Kebersamaan pula yang dirasakan pada hari Selasa 2 Februari 2011, ketika sekitar seratus tamu undangan yang terdiri dari mass media, narasumber Prosolo dan penggiat pariwisata, marketing dan praktisi  public relations berkumpul di Kusuma Sahid Prince Hotel. Kami merayakan kebersamaan yang indah .

Event rutin ProSolo ini sekaligus menjadi wahana bagi kami untuk memberikan apresiasi kepada 11 narasumber ProSolo sepanjang tahun 2010 yang telah rela berbagi ilmu. Harapannya semangat berbagi ilmu ini menjadi semangat bersama bagi segenap yang hadir siang itu. Semangat belajar bersama , merekatkan  keragaman menjadi sumber kekuatan bagi komunitas kami yang memiliki tagline Sharing, Learning and Smiling.

Terima kasih kepada narasumber yang pernah berbagi dengan kami dengan cuma-cuma pada setiap session kegiatan SharingPR. Atas pengetahuan dan pengalaman yang diberikan itu, tentu layak kami memberikan apresiasi dan mengucap terima kasih yang tak terhingga.

Dan siang yang ramah hari itu menjadi saksi betapa kami ingin menyebar virus PR di seantero Solo Raya. Mem-PR-kan Solo, tentu saja dengan cara kami. [***]

ProSolo Bicara Branding Kota Solo

Best Western Premier hotel bintang empat yang mengusung icon batik, pada hari Rabu 22 Desember 2010 lalu menjadi lokasi diskusi komunitas ProSolo. Tema yang diperbincangkan adalah Langkah dan Positioning Kota Solo Pasca Merapi. Ajang sharing rutin bulanan bagi komunitas public relation (PR) itu, kali ini menghadirkan  tiga narasumber, yakni Irfan Sutikno dari Fresh Blood Communication Solo, Amir Tohari (Solopos) dan Drs  Budi Sartono Msi  yang mewakili Dinas Pariwisata Solo dan dimoderatori Benk Mintosih. Read the rest of this entry »

Radio Masih Ada?

Sore itu sekitar 70 praktisi humas bersama dengan relasinya dari berbagai kalangan berkumpul di Hotel Lor In Solo. Bukan kumpul-kumpul biasa, tetapi dalam sebuah ajang diskusi reguler yang diprakarasi Prosolo atau Public Relation Solo Raya. Kami mengemas acara diskusi itu dengan format rileks yang dinamai An Afternoon Sharing Moment. Read the rest of this entry »